Preloader
img

5 Langkah Mudah Menguasai Storytelling untuk Pemula

Penulis: Dwi Khusnul Umayati

5 Langkah Mudah Menguasai Storytelling untuk Pemula - Tahukah kamu jika menceritakan sebuah kisah atau dongeng kepada orang lain memiliki teknik tersendiri? Bagaimana ya, cara agar cerita yang kita sampaikan bisa diterima dengan baik? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui langkah mudah agar kamu bisa menjadi seorang storyteller yang baik!

Mengenal Storytelling Lebih Dalam

Bercerita, siapa sih, yang gak suka bercerita dan mendengarkan cerita? Pasti kamu pernah bercerita dengan orang lain atau mendengarkan cerita orang lain. Kegiatan bercerita juga bisa dilakukan dengan bahasa lain, termasuk bahasa Inggris. Ini dia yang disebut dengan storytelling!

 

Yap, seperti namanya, storytelling terdiri dari dua kata, story yang artinya cerita atau kisah dan telling yang berarti bercerita. Storytelling adalah seni bercerita yang sudah dilakukan sejak zaman prasejarah. Kegiatan bercerita digunakan oleh manusia untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai budaya. 

 

Sementara itu, di masa modern, storytelling tidak hanya dilakukan untuk bercerita tentang pengalaman keseharian, lo. Storytelling atau bercerita dalam bahasa Inggris kini banyak dilombakan di berbagai tingkat pendidikan. Storytelling menjadi salah satu ajang unjuk bakat dan kemampuan bercerita dan kemahiran berbahasa Inggris. Salah satu perlombaan nasional yang memperlombakan storytelling adalah Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). 

 

Storytelling bukan hanya tentang menyusun kata-kata, tetapi juga tentang bagaimana kamu menyentuh emosi, membangkitkan imajinasi, dan menciptakan koneksi dengan orang yang mendengarkan atau membaca cerita tersebut. Storytelling dapat dilakukan melalui berbagai media, mulai dari tulisan, gambar, video, hingga secara lisan. Teknik storytelling yang baik melibatkan penggunaan elemen-elemen seperti karakter, plot, konflik, dan resolusi untuk membuat cerita terasa hidup dan menyentuh perasaan audiens.

 

Nah, kali ini, kita akan membahas tentang 5 langkah mudah menguasai storytelling untuk kamu yang tertarik untuk mendalaminya!

 

Baca juga: 4 Langkah Sederhana Menerapkan Teknik Pomodoro

 

5 Langkah Menguasai Storytelling untuk Pemula

1. Siapkan Naskah Cerita 

Langkah pertama adalah langkah yang paling penting, yaitu menentukan dan menyiapkan cerita yang ingin kamu sampaikan. Storytelling dalam perlombaan biasanya memberi kamu tema dan jenis cerita tertentu. Namun, jika kamu adalah pemula, kamu bisa mencari cerita yang mudah dan singkat. 

 

Untuk pemula, kamu bisa memilih cerita dengan kosakata bahasa Inggris yang mudah dipahami, hal ini penting karena dalam storytelling kamu harus memahami dengan baik alur cerita yang akan kamu sampaikan.

 

Setelah mendapatkan naskah yang kamu mau, bacalah keseluruhan cerita. Ada beberapa unsur dalam cerita yang perlu kamu perhatikan, seperti alur, tokoh, dan konflik. Memahami alur dan konflik bertujuan agar kamu memahami tentang apa cerita tersebut dan apa tema serta topik yang diangkat. Sementara itu, memahami tokoh-tokoh dalam cerita juga tidak kalah penting karena dalam storytelling kamu harus bisa menyampaikan karakter setiap tokoh dengan baik. Kenali mana tokoh protagonis dan antagonis agar bisa membedakan penyampaian dialog, pahami juga bagaimana sifat para tokoh agar kamu bisa menentukan nada yang tepat untuk digunakan ketika berperan sebagai tokoh tersebut. 

 

2. Menentukan Gaya Bercerita

Setelah kamu mendapatkan naskah dan memahami alur serta tokohnya, hal yang harus kamu lakukan adalah menentukan gaya bercerita. Gaya bercerita bisa kamu sesuaikan dengan isi cerita yang kamu pilih. Ada dua gaya bercerita dalam storytelling yang bisa kamu pilih, yaitu menggunakan bantuan boneka atau alat peraga untuk menggambarkan tokoh, atau memerankan tokoh dengan diri sendiri. 

 

Contohnya, jika kamu memilih cerita fabel, kamu bisa menggunakan boneka tangan berbentuk hewan untuk memperagakan tokoh dan menggerakannya sesuai dialog tokoh. Kamu juga bisa berperan sebagai tokoh-tokoh dalam cerita, tapi ingat, kamu harus bisa memberikan perbedaan penyampaian dialog antar tokohnya, ya!

 

3. Perhatikan Intonasi dan Suara 

Langkah ketiga setelah kamu menentukan gaya bercerita adalah mulai berlatih bercerita. Hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah intonasi. Intonasi adalah cepat lambatnya kamu bercerita. Intonasi yang terlalu cepat tentu tidak baik karena cerita yang kamu sampaikan akan sulit untuk dipahami. Semenatara intonasi yang lambat juga tidak baik karena audiens bisa cepat merasa bosan.

 

Kamu harus menentukan intonasi yang tepat di setiap alur dalam cerita, gunakan intonasi yang bisa membantu kamu menyampaikan cerita dengan baik.


Suara yang kamu gunakan untuk menyampaikan setiap perkataan tokoh juga harus kamu perhatikan. Setiap tokoh pasti memiliki gaya bicaranya sendiri. Nah, suara ini bisa digunakan untuk membedakan setiap tokoh. Seperti contoh, untuk memerankan tokoh anak-anak yang ceria, kamu bisa menggunakan suara yang nyaring dan terdengar bersemangat. Berbeda jika kamu memerankan tokoh jahat, misalnya karakter raksasa yang keji, kamu bisa menggunakan nada suara dengan volume keras dan tegas. 

 

Baca juga: Perbedaan Budaya | Menghadapi 5 Culture Shock Jepang vs Korea

 

4. Gunakan Bahasa Tubuh yang Tepat

Selain intonasi, hal yang bisa dilakukan untuk membuat storytelling kamu lebih menarik adalah dengan menggunakan bahasa tubuh yang tepat. Bahasa tubuh adalah cara kamu mengatur gerakan tubuh agar mendukung penyampaian berita. Bahasa tubuh yang baik bukan bahasa tubuh yang berlebihan, karena bahasa tubuh yang berlebihan bisa mengganggu fokus audiens pada alur dan isi cerita.


Gunakanlah bahasa tubuh secukupnya yang bisa membantu kamu menyampaikan narasi, dialog, dan karakter tokoh. Jika kamu memilih gaya bercerita dengan memerankan tokoh secara langsung, bahasa tubuh juga berkaitan dengan bagaimana kamu menyampaikan karakteristik dan perilaku tokoh. Sebagai contoh, jika kamu sedang memerankan seorang nenek tua, maka gunakan bahasa tubuh yang tepat seperti badan yang membungkuk dan gerakan tangan yang lambat. 

 

5. Gunakan Properti dan Atribut yang Mendukung

Langkah terakhir ini, bisa kamu terapkan untuk membuat storytelling kamu lebih hidup dan menarik, yaitu menggunakan properti dan atribut yang mendukung. Biasanya langkah satu ini juga penting disiapkan jika kamu ingin mengikuti perlombaan story telling.

 

Properti digunakan dalam storytelling untuk memberikan gambaran cerita kepada audiens serta membantu agar cerita lebih hidup. Properti ini bisa dalam banyak bentuk sesuai kreativitas kamu. Sebagai contoh, dalam menggambarkan suasana, kamu bisa menggunakan gambar dari dongeng atau fabel yang kamu ceritakan. Gambar ini akan membantu audiens memahami suasana atau kejadian yang sedang kamu ceritakan. Kamu juga bisa menggunakan properti selain gambar, seperti contoh ketika kamu menceritakan tentang Cinderella kamu bisa membawa properti seperti labu, sapu, dan sepatu kaca.

 

Selain properti, atribut juga akan sangat mendukung cerita agar lebih hidup. Atribut yang kamu pakai bisa berupa pakaian dari tokoh utama. Seperti contoh jika kamu membawakan cerita pinokio, kamu bisa mengenakan jumpsuit, dasi pita, serta topi. Atribut juga membuat pertunjukan kamu lebih menarik di mata audiens.

 

Nah, itu tadi 5 langkah mudah agar kamu bisa menguasai storytelling! Gimana, tertarik untuk memulai menjadi storyteller? Jika kamu ingin menjadi seorang storyteller yang membawakan cerita-cerita dalam bahasa Inggris, salah satu hal yang perlu kamu lakukan adalah menguasai bahasa Inggris dengan baik!

Baca juga: 5 Freelance Jobs yang Bisa Kamu Kerjakan dari Rumah

Belajar Bahasa Inggris Biar Storytelling Kamu Lebih Baik Lagi!

Yuk, belajar di Transfer Akademi biar skill bahasa Inggris kamu meningkat dan storytelling kamu bisa lebih baik lagi! Di Transfer Akademi, kamu bisa belajar bahasa Inggris lewat kelas Fluent Talk yang akan membantu kamu untuk lebih fasih berbahasa Inggris! Tenang aja, di Transfer Akademi, kamu bisa dapetin harga yang terjangkau dengan benefit yang melimpah! Kepoin Instagram resminya di sini

Tunggu apalagi? Yuk, join sekarang!  

Baca juga: 5 Kosakata KBBI yang Sering Disalahgunakan

0 Comments

Post a comment

Login to Comment