Cara Menekan Angka Menurunnya Kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia
Cara Menekan Angka Menurunnya Kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia — Di Indonesia sendiri, saat ini terdapat fenomena menurunnya kemampuan berbahasa Inggris di berbagai kalangan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Padahal, di era globalisasi yang sangat maju saat ini, kita dituntut untuk memiliki pengetahuan luas sebagai penunjang masa depan, yang kebanyakan darinya masih menggunakan bahasa internasional seperti bahasa Inggris. Fenomena ini sangat mengkhawatirkan karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang sangat penting dalam dunia kerja, pendidikan, dan komunikasi global. Penurunan kinerja ini dapat berdampak pada daya saing Indonesia di kancah dunia, terutama mengingat era digital dan perekonomian global yang semakin terintegrasi.
Menurunnya kemampuan bahasa inggris di Indonesia sendiri sudah pernah dialami oleh pemilik channel Sepulang Sekolah, Koi. Dalam sebuah postingan instagramnya, Koi memperlihatkan isi direct message-nya dengan salah satu followers-nya. Seseorang yang tidak disebutkan identitasnya tersebut mengomentari salah satu snapgram Koi, yang lalu mempertanyakan apakah Koi adalah seorang guy. Koi dengan mantap menjawab secara positif pertanyaan tersebut yang membuat si penanya mendoakannya. Secara implisit, Koi menunjukan kesedihannya terhadap minimnya literasi dan kemampuan bahasa Inggris lewat postingan tersebut.
Guy yang dimaksudkan oleh si penanya adalah kata gay yang berarti pria yang memiliki ketertarikan seksual terhadap sejenisnya. Tentu saja makna jni berlawanan dengan kata guy itu sendiri, yang menurut Cambridge Dictionary, memiliki arti laki-laki. Jelas hal ini yang dirasakan oleh Koi, yang merasa dirinya dianggap menyukai sesama jenis dengan menggunakan kata yang salah. Namun, bukannya ditanggapi dengan serius, Koi justru menanggapinya dengan candaan yang terasa seakan menghibur.
Baca juga: IELTS Speaking: Cara Meningkatkan Kefasihan dan Koherensi Anda
Bagaimana Kita Bisa Tahu Kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia Rendah?
Menurunnya kemampuan berbahasa Inggris terlihat dari performa pelajar Indonesia dalam ujian bahasa Inggris internasional seperti TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan IELTS (International English Language Testing System). Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh organisasi internasional dan nasional menunjukkan bahwa tingkat kemahiran bahasa Inggris di Indonesia masih rendah dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, dan Singapura.
Beberapa riset oleh institusi dan lembaga untuk melihat seberapa jauh kurva kemampuan bahasa Inggris di Indonesia meningkat, atau menurun. Di antaranya:
Pada tahun 2023, kemampuan bahasa Inggris di Indonesia masih berada di tingkat rendah, yakni peringkat 79 dari 113 negara. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan direktur akademik EF sendiri, Emma Walton, yang mengungkapkan bahwa kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih berada di kategori rendah. Riset yang dilakukan EF EPI ini melibatkan sekitar 2,2 juta orang dari 113 negara dan wilayah, dengan rentang usia 18 hingga 60 tahun dengan rata rata usia 26 tahun. Indonesia sendiri mencatatkan skor sebesar 469, dengan pulau Jawa mendapat indeks tertinggi, terutama di dua kota besar, Jakarta dan Surabaya, sebagai penyumbang terbanyak hasil tersebut. Meskipun masih termasuk rendah, Emma Walton juga menambahkan bahwa data tersebut menunjukkan tren positif.
Survei ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 15% penduduk Indonesia yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai, dan sisanya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang terbatas atau tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali. Berdasarkan survei siswa, hanya 30% siswa yang lulus ujian nasional bahasa Inggris dengan hasil memuaskan. Hasil-hasil ini menyoroti kesenjangan antara kebutuhan akan kemahiran bahasa Inggris dan hasil yang dicapai siswa Indonesia.
Jakarta Post menemukan bahwa sekitar 70% karyawan Indonesia mengakui mengalami kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Inggris di tempat kerja. Hal ini menjadi masalah yang signifikan, terutama bagi bisnis dan industri internasional yang memiliki hubungan dengan pelanggan global.

Baca juga: Kesalahan Penerjemahan yang Mengubah Makna: Belajar dari Contoh Nyata
Apa yang Menyebabkan Kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia Rendah?
Minimnya literasi sendiri bukan merupakan awal dari kurangnya kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia. Ada beberapa faktor yang mungkin bisa kita kategorikan sebagai penyebab menurunnya kemampuan bahasa Inggris di masyarakat Indonesia, selengkapnya seperti berikut:
-
Kurangnya efektifitas sistem pendidikan saat ini
Kurikulum saat ini belum sepenuhnya mendukung dan memfasilitasi siswa untuk belajar bahasa Inggris dengan lebih baik. Pemaparan teori yang terlalu banyak tanpa adanya praktik mendengar dan berbicara, akan sia-sia. Siswa hanya akan memahami teori tanpa mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya inovasi dalam teknik mengajar guru juga menjadikan siswa cepat bosan dan tidak termotivasi untuk belajar dengan giat.
-
Terbatasnya akses distribusi pendidikan dan kesenjangan kualitas pendidikan
Masih terdapat banyak sekolah, khususnya di daerah pedalaman, yang belum memiliki fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Pendistribusian ilmu melalui buku menjadi terhambat. Inilah yang seharusnya pemerintah sadari untuk memperbaiki segala fasilitas dan infrastruktur di daerah pedalaman agar anak-anak di sana mendapat pendidikan yang layak. Ada pula kesenjangan sosial antara area kota dan area pedalaman. Kesenjangan akses terhadap pendidikan berkualitas juga menjadi salah satu penyebab menurunnya kemampuan bahasa Inggris. Meskipun akses terhadap kursus bahasa Inggris berkualitas tinggi sangat mudah di wilayah perkotaan, akses terhadap kursus bahasa Inggris berkualitas tinggi sangat terbatas di wilayah pedesaan. Artinya, siswa di daerah terpencil mempunyai lebih sedikit kesempatan untuk belajar bahasa Inggris dengan baik. Ketimpangan akses ini juga memperlebar kesenjangan prestasi akademik antara pelajar di perkotaan dan di pedesaan.
-
Akses terhadap media sosial yang tidak terbatas
Hal ini sangatlah berpengaruh pada mental seseorang. Terlebih jika konten di media sosial tidak mendidik dan menghibur, masyarakat Indonesia menjadi lebih malas untuk belajar. Kejadian ini marak terjadi di kalangan gen Z. Gen Z lebih tertarik terhadap kepuasan emosional daripada pendidikan. Inilah yang menyebabkan minimnya literasi sehingga membuat banyak masyarakat Indonesia, khususnya yang masuk dalam kategori usia produktif, memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Padahal, kemampuan berbahasa asing sangatlah diperlukan di era New Society 5.0
-
Kurangnya motivasi untuk belajar bahasa Inggris
Banyak siswa yang merasa bahwa belajar bahasa Inggris bukanlah hal yang mendesak atau penting dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan budaya, dimana bahasa Inggris dianggap hanya penting bagi kalangan elit atau mereka yang ingin bekerja di luar negeri. Padahal, di era globalisasi, pengetahuan bahasa Inggris sangatlah penting bagi siapa saja yang ingin bersaing di dunia kerja dan pendidikan.
Bagaimana Kita Bisa Mengatasi Permasalahan Tersebut?
Hal ini pastinya menjadi kekhawatiran pemerintah dan masyarakat luas yang merasakan dampaknya. Di era baru, yakni New Society 5.0 sendiri, bahasa Inggris sangatlah umum digunakan di platform media manapun. Penyebaran informasi yang dituntut semakin cepat juga perlu sampai kepada setiap pengguna gawai di seluruh penjuru dunia. Maka darinya, kemampuan bahasa Inggris sangatlah dibutuhkan dan harus dimiliki setiap individu sebagai penunjang kehidupan mereka di era baru ini baik dari aspek pendidikan, ekonomi, sosial, dan masih banyak lagi.
Mengatasi penurunan kemampuan bahasa Inggris di Indonesia memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat itu sendiri. Berikut beberapa solusi yang bisa diterapkan.
-
Memperbarui kurikulum bahasa Inggris
Kurikulum bahasa Inggris di sekolah perlu diperbarui dengan lebih menekankan pada keterampilan komunikasi praktis. Saat belajar bahasa Inggris, penekanan yang lebih besar harus diberikan pada keterampilan berbicara dan mendengarkan, yang merupakan inti dari penggunaan bahasa sehari-hari. Selain itu, kita harus menjadikan pembelajaran bahasa Inggris lebih interaktif dan menyenangkan dengan memanfaatkan teknologi seperti aplikasi pembelajaran bahasa, permainan interaktif, dan penggunaan media seperti video dan podcast berbahasa Inggris.
-
Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bahasa Inggris
Pemerintah dan lembaga pendidikan harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, termasuk daerah pedesaan, memiliki akses terhadap pendidikan bahasa Inggris yang berkualitas. Program pelatihan bagi guru bahasa Inggris lokal juga perlu ditingkatkan agar dapat mengajar siswa dengan lebih efektif. Selain itu, program beasiswa dan dukungan pendidikan bagi siswa di daerah terpencil untuk belajar bahasa Inggris juga dapat menjadi solusi jangka panjang.
-
Membatasi preferensi media sosial
Mulai dengan menggunakan media sosial secara bijak. Ada banyak sekali channel YouTube, influencer, maupun content creator yang menyediakan pendidikan bahasa Inggris, baik dari dalam maupun luar negeri. Mengurangi penggunaan media sosial yang berlebihan, kecuali digunakan sebagai media pembelajaran juga cukup efektif untuk menghemat waktu kita dan memanfaatkannya sebagai waktu belajar.
-
Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Inggris
Peningkatan motivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih personal dan relevan dengan kehidupan mereka. Misalnya, sekolah-sekolah dapat mengadakan kompetisi berbahasa Inggris, seperti debat, pidato, atau storytelling, yang menarik minat siswa. Selain itu, pemberian penghargaan bagi siswa yang menunjukkan prestasi dalam belajar bahasa Inggris dapat memotivasi siswa lain untuk lebih serius dalam belajar.

Baca juga: Apa Itu Tone Deaf - Istilah yang Ramai Dibicarakan Netizen
Yuk, Join Transfer Akademi!
Nah, salah satu penunjang cara-cara di atas dapat Anda temukan di Transfer Akademi, lo! Dengan pengalaman kurang lebih dari 6 tahun, Transfer Akademi sudah dipercaya lebih dari 250 orang dan lebih dari 50 mentor! Memangnya, mengapa harus Transfer Akademi? Tentu saja, Transfer Akademi memberikan banyak keuntungan, diantaranya; biaya yang terjangkau, metode pengajaran secara interaktif, dan ada uji coba pertemuan gratis 1x, lo! Transfer Akademi juga menyediakan berbagai macam program mulai dari English for Kids untuk anak-anak, English for General untuk umum, TOEFL Preparation yang diinovasikan untuk mereka yang ingin mengikuti tes TOEFL, Fluent Talk untuk melatih keluwesan kemampuan berbicara bahasa Inggris, dan masih banyak lagi. Hanya dengan Rp199.000, Anda sudah bisa merasakan kelas English for General, lo! Murah sekali, bukan? Tak usah berpikir dua kali, langsung hubungi Transfer Akademi lewat e-mail dan nomor di bawah ini! Sampai jumpa di Transfer Akademi!
e-mail: contact.transferakademi@gmail.com
WhatsApp: +62 821-3237-2628

0 Comments