Gen Z vs Milenial | Kenali Perbedaan Ungkapan Bahasa Lintas Generasi
Penulis: Moch Andike Arifin Ilham
Gen Z vs Millenial | Kenali Perbedaan Ungkapan Bahasa Lintas Generasi — Kalian pasti sudah nggak asing lagi sama istilah Gen Z dan Millenial, bukan? Istilah ini meurujuk pada pembagian generasi yang lahir pada beberapa kurun waktu tertentu. Generasi Milenial atau biasa disebut generasi Y adalah generasi yang lahir dalam kurun tahun 1981 hingga 1996. Umumnya Milenial atau generasi merupakan keturunan dari generasi X, sedangkan generasi Z merupakan generasi keturunan dari generasi Y. Generasi Z adalah generasi yang lahir dalam kurun waktu tahun 1997 hingga 2012.
Adanya gap generation yang cukup jauh antara generasi Y dan generasi Z menyebabkan adanya perbedaan dalam memahami sebuah komunikasi, adaptasi dengan lingkungan sekitar maupun penggunaan media sosial. Generasi Milenial lahir dan tumbuh pada era awal perkembangan teknologi. Generasi ini umumnya tumbuh dan berkembang dengan adaptasi teknologi pada usia remaja dan dewasa.
Generasi Z umumnya sudah mengenal teknologi sejak dini sehingga akan lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman yang serba cepat. Generasi Z juga lebih peka terhadap isu-isu terbaru dunia sehingga menjadikannya lebih up-to-date dalam mengkritisi fenomena sosial. Aspek komunikasi Generasi Z pada umumnya sering mencampur antara bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris agar tampak gaul dan tidak ketinggalan zaman.
Perbedaan antara kedua generasi ini hanyalah satu dekade, tetapi hal ini telah dapat menyebabkan adanya dampak yang signifikan terhadap masalah kebahasaan dan ungkapan untuk komunikasi. Banyak dari Generasi Y yang kurang memahami istilah-istilah terbaru yang tren di kalangan kaum Generasi Z. Hal ini menyebabkan adanya kesalahpahaman antar generasi dan menyebabkan adanya stigma negatif dari Generasi Milenial kepada Generasi Z begitu pula sebaliknya.
Generasi Milenial sering menganggap bahwa Generasi Z adalah generasi yang pemalas, tidak sopan dan tidak tahu adab sopan santun. Generasi Y adalah generasi yang paling dekat dengan Generasi X dimana sering dikaitkan dengan generasi yang sangat menjunjung tinggi norma dan adab karena pengaruh dari Generasi Baby Boomer. Namun, stigma negatif itu tidak sepenuhnya benar. Stigma negatif dari masyarakat umumnya terbentuk karena adanya sistem pukul rata ketika suatu generasi melakukan kesalahan maka seluruh generasi itu dipandang sebelah mata.
Tertarik Belajar Frasa? Baca Lainnya: Kartun Bahasa Inggris | Frasa Ikonik Kartun Yang Bikin Nostalgia.
Bagaimana Cara Generasi Y Memahami Ungkapan Generasi Z?
Adanya gap generation menyebabkan sebuah generasi tidak dapat menyatu karena adanya perbedaan cara pandang dalam mengatasi sebuah masalah, tak terkecuali masalah komunikasi. Perbedaan cara berkomunikasi antara Generasi Y dan Generasi Z membuat adanya kesalahpahaman dalam memahami dan menafsirkan sebuah ungkapan meskipun pada dasarnya Gen Z masih dapat mengikuti perkembangan zaman diantara slang yang berkembang. Berikut beberapa perbedaan ungkapan antara Generasi Milenial dan Generasi Z:
1. FOMO vs Cap/No Cap
Ungkapan yang pertama adalah FOMO yang merupakan akronim dari Fear of Missing Out yang berarti takut tertinggal akan sesuatu yang sedang terjadi. Milenial yang lebih akrab dengan media sosial awal lebih memahami istilah asing yang disingkat secara normal ketimbang istilah Gen Z yang dinilai lebih privat. Penggunaan kata FOMO sendiri merupakan sindiran kepada kaum yang suka ikut-ikutan dalam apapun yang sedang terjadi di dunia.
Kata Cap/No Cap lebih akrab di telinga anak Gen Z yang memiliki arti kebohongan atau kepalsuan. Slang ini berasal dari Amerika Serikat yang sering umum digunakan dalam African-American Vernacular English (AAVE). Istilah ‘cap’ berasal dari bahasa Inggris AAVE dan digunakan untuk menunjukkan kondisi apabila seseorang berbohong atau mengatakan kebenaran, sedangkan ‘no cap’ digunakan untuk menunjukkan kondisi apabila seseorang tidak berbohong atau sungguh-sungguh.
Pengggunaan slang ini muncul akibat budaya hip-hop Afrika-Amerika yang beredar. Contoh penggunaan slang ini misalnya, “The story is cap” yang berarti ceritanya berbohong belaka. Ungkapan Cap/No Cap yang populer di antara Generasi Z ini banyak tidak dipahami oleh Generasi Milenial.
2. Adulting vs Sus
Istilah ungkapan yang kedua adalah “Adulting” dan “Sus”. Bagi kalian yang belum tau istilah ini, memang masih belum sepopuler FOMO. Namun, istilah ini tidak kalah menarik untuk dibahas karena memiliki keunikan tersendiri di antara kalangan dua generasi. Istilah “Adulting” merujuk kepada fenomena pendewasaan diri atau peralihan dari masa remaja ke masa dewasa.
Ciri khas dari slang era Generasi Milenial adalah lebih panjang dan terstruktur sesuai dengan bahasa Inggris pada umumnya. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan Generasi Z yang memiliki mobilitas yang cepat dan dinamis, sehingga mayoritas slang yang dipopulerkan oleh Generasi Z lebih mengedepankan frasa yang singkat, sederhana dan tidak rumit seperti ‘Sus’ yang berasal dari kosa kata “Suspicious” yang berarti mencurigakan.
Slang yang terbentuk di era Generasi Z ini dimulai pada era pandemi Covid yang kala itu mempopulerkan kata ‘Sus’ pada permainan ponsel “Among Us”.
3. Bye Felicia vs Stan
Istilah ungkapan berikutnya juga datang dari media sosial yang sedang tren pada era milenial yaitu Reddit atau Tumblr. Istilah “Bye Felicia” muncul setelah populernya kanal hiburan atau acara film dan TV yang masih merajai konten hiburan era milenial sehingga ungkapan-ungkapan yang muncul juga akan mengikuti tren yang sedang terjadi.
Istilah yang kurang populer di telinga anak milenial tapi sangat booming di telinga anak Gen Z adalah “Stan”. Kosa kata ini merujuk kepada sebutan bagi seorang penggemar setia, biasanya berupa idola grup musik atau genre sebuah film. “Stan” dipopulerkan oleh Generasi Z karena mereka tumbuh pada era internet dimana meme atau candaan berganti begitu cepat sehingga istilah-istilah yang mereka ciptakan juga mengikuti apa yang mereka konsumsi.
Suka Baca Novel? Baca Lebih Lanjut: Novel Bahasa Inggris | Belajar Bahasa Inggris Lewat Perjalanan The Little Prince
Nah, beberapa ungkapan ala Gen Z yang lain bisa kalian temukan secara gratis di internet. Tentunya ungkapan-ungkapan ini hanyalah sebagai pemanis apabila sesama generasi sedang berkomunikasi dan tidak disarankan untuk digunakan sebagai alat komunikasi formal atau dengan orang yang lebih tua dari kita, ya! Sebagai generasi yang cepat beradaptasi dengan zaman alangkah baiknya kita juga mengikuti kaidah-kaidah kebahasaan Indonesia dengan baik dan benar.
Ingin Fasih Dan Nggak Ketinggalan Istilah-Istilah Asing Anak Gen Z? Gabung Transfer Akademi Sekarang Juga!
Buat kalian yang makin tertarik buat bisa bahasa Inggris biar kayak anak Gen Z banget atau sekedar ingin terlihat keren pas ngomong pake istilah-istilah skibidi rizz, kalian bisa langsung mengasah ketertarikan kalian itu di kelas Fluent Talknya Transfer Akademi, nih.
Apa sih Fluent Talk by Transfer Akademi itu? Buat kalian yang belum tahu, kelas Fluent Talk adalah kelas kursus bahasa Inggris yang diadain oleh Transfer Akademi. Di Transfer Akademi kalian juga bakal dapet mentor-mentor yang profesional dan tentunya sangat ramah Gen Z banget, nih.
Kelas ini akan menawarkan sebanyak sepuluh kali pertemuan dengan tutor yang profesional serta video pembelajaran yang menarik yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun.
Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp. 49.000 saja kalian sudah dapat menikmati layanan kelas Fluent Talk by Transfer Akademi, lo.
Buruan! Kepoin instagram kami di @transferakademi atau kunjungi laman kami di www.transferakademi.id
Suka Juga Nonton Film? Berikut Rekomendasinya: 5 Rekomendasi Film Barat | Untuk Belajar Bahasa Inggris Yang Lebih Seru
Ayo! Buruan daftarkan diri kalian sebelum promonya berakhir!

0 Comments